Lantas Sekarang Apa?
dari jendela buram itu
pernah kulihat suatu masa
satu per satu pergi membisu
biarlah amarah menjadi sisa-sisa
disudut ruang itu
pernah kutaruh rasa
pada dialog semu,
yang kuartikan dalam seribu bahasa
lantas sekarang apa?
aku ingin paham