Stage of Life (Chapter 1)
Hi there, aku udah lama banget gak menulis disini. Kali ini memang bukan puisi-puisi, tapi special post tentang perjalanan kehidupan yang belum sempat tersampaikan dan tertuang dalam blog ini. Aku bakal mencoba untuk meng-highlight beberapa kisah suka cita (hope there's no more 'duka' or 'luka') perjalanan dari sebelum sampai aku sudah menjalani lembaran baru kehidupan menjadi dewasa yang sesungguhnya. I know, tidak ada yang sempurna,but I've tried to live my best life at least in my opinion. I'm really sorry if sometimes my decision is accidental or maybe it seems to be on purpose hurt someone's feeling. I'm selfish but please accept my sincere apologies and I hope we all live in peace and happy with our each pathway.
Well.. let me fast forward that..
I'm officially married! 💍
Wkwkwkw, actually the wedding was held in 24th July 2022 at Resto Taman APSG. It was beautiful day and it was our dream wedding at least for us. Despite, biaya nikah itu tidak murah ya adik-adik tapi aku dan calon suami (waktu itu) berusaha mewujudkan details wedding yang kita mau. Bahkan start dari details acara lamaran (fyi lamaran kami tanggal 15th May 2022). Details yang kami mau adalah acara lamaran agar dirumah saja dan vibesnya dapet untuk pertemuan 2 keluarga besar pertama kali dan disambut dirumah calon pengantin wanitanya (walaupun super capek banget persiapannya hiks, tapi harus bermindset "yuk bisa yuk" saat itu). Lamarannya memang agak extra sih, kenapa? Karena lengkap, pakai dekor, catering, mc, jahit baju lamaran, fotografer, MUA, yada yada. But, balik lagi ke preferensi orang ya karena yang penting masih dapat makna "pertemuan 2 keluarga tadi".
Then details weddingnya, kami sepakat mau venue outdoor dan untuk temanya yang nasional aja bukan tradisional. Dulu sih punya cita-cita pake payes, tapi semenjak udah berhijab jadi kepincut sama dress + headpiece nasional yang gak kalah cantik dan lucu-lucu. Oiya selain itu juga biaya untuk tema tradisional biasanya lebih mahal :) Sempat ada drama nyaris deal-dealan dengan venue yang sebenarnya bagus juga dan masuk kriteria yang half indoor half outdoor tapi kalau bukan karena aku yang batu dan masih setengah hati juga mengambil venue tersebut, aku masih saja berniat untuk cari venue lain lagi dengan waktu yang sudah mepet banget (kurang lebih H-2 bulan cmiiw). Alhamdulillah, memang kalau sudah rezekinya, semua itu tidak akan tertukar.. Tiba-tiba aja lewat artikel menyebut venue Resto Taman APSG ini, padahal sering banget ngelewatin venuenya, sebelumnya juga aku dan mami malah sudah sempat survey venue sebelahnya tapi kurang sreg (lagi), bahkan pas masuk baru sadar dulu pernah datang ke ulang tahun teman untuk sweet 17th di cafenya, tapi baru sadar kalau sebelah nya itu Resto Taman APSG ini wkwkw. Kek kemana aja aku ini sebagai warga Tangsel.. Ternyata resto nya se-warm itu.. pas masuk vibesnya emang jadul, mulai kedalam lagi lebih ke vibes makan di teras rumah, pas turun kebawah baru deh taman nya luas, ada saung-saung, pohonnya rindang, ada taman main anak-anaknya juga (ini lumayan jadi concern sih karena banyak dari teman dan keluarga kami yang sudah punya anak, jadi orang tuanya bisa menikmati acara kami dan anaknya bisa bermain tanpa rewel hihi), bahkan ada view Situ Gintung juga yang bikin suasana nya makin syahdu dan adem. Begitu tanggalnya cocok, kita langsung gaspol pokoknya. Karena cuaca waktu itu benar-benar tidak menentu, bahkan di H-1 waktu kita lagi test food disana gerimis yang lumayan deres. Makin overthinking.. karena ada wedding di spot yang sama untuk acaraku besok dan mereka kehujanan. Untungnya team disana sesuai janji, menyediakan venue indoornya juga untuk case-case kehujanan seperti itu jadi aku cukup tenang untuk acaraku sendiri besoknya. Memang lagi-lagi Allah Maha Baik dan sepertinya semesta mendukung sekali acara kami, hari itu benar-benar cerah paginya bahkan menjelang siang pun tidak begitu panas ditambah dengan angin sepoi-sepoi. Hujan baru turun sore hari hingga malam ketika kami semua sudah dirumah masing-masing. Jujur memang nikah di venue outdoor dengan cuaca yang tidak menentu dan tanpa bantuan pawang hujan seperti mbak Rara, acara kami waktu itu bisa dibilang lumayan gambling tapi, MasyaAllah banget semua berjalan dengan baik.
Sejujurnya masih banyak drama-drama pernikahan lainnya karena memang (again) tidak ada yang sempurna, sudah disiapkan sematang apapun pasti ada aja kekurangannya, tapi masih minor karena kami masih puas karena dari acara lamaran sampai pernikahan kami merasa cukup berkesan. Semoga untuk keluarga kami dan para tamu undangan juga masih merasakan kehangatan yang sama. Aku benar-benar berterimakasih sekali untuk sahabat, teman-teman, dan saudara-saudara kami yang mau meluangkan waktunya untuk datang mengucapkan, mendoakan pernikahan kami, dan hadiah-hadiah yang kami terima semuanya bahkan tidak sempat kami mention satu per satu tapi semuanya benar-benar bermanfaat bahkan sampai hari ini. Semoga Allah limpahkan rezeki yang berkah kembali untuk kalian semua. Aamin..
Penutup post ini, aku juga tidak lupa untuk apresiasi suamiku yang sudah melewati kesulitan-kesulitan dari batu kerikil sampai batu karang sampai kita sudah di titik ini sama-sama. I can see in the tears, anger, laughter, jokes, appreciation, and everything that shows how much he loves me. And it should be more than enough. May Allah bless our marriage until Jannah. Aamiin...
Sekian post di stage ini, see you in my next blog post. Pastinya akan lebih membagongkan.
Cia-cia.